Sabtu, 18 Februari 2012

contoh laporan prakerin


HASIL PRAKTEK KERJA INDUSTRI
LAPORAN
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Uji Kompetensi
Jurusan Administrasi Perkantoran


DISUSUN OLEH :
RAMDANI         1009 1070




JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
BIDANG KEAHLIAN BISNIS MANAJEMEN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NUANSA MANGUNREJA
TASIKMALAYA
2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Tuntutan DU/DI terhadap keberadaan  produk SMK  khususnya Kelompok Bisnis dan Manajemen dewasa ini  setiap saat semakin meningkat teutama hal yang berkaitan dengan kwalitas dan kemampuan lulusan dalam persaingan bebas di pasar-pasar yang ada sekarang ini. Guna mengembangkan SDM  hasil tamatan SMK agar dapat diserap  dilapangan kerja, harus melaksanakan  studi banding antara teori  di sekolah dengan praktek  di lapangan.
Untuk mewujudkan  kegiatan tesebut maka para siswa  dituntut melaksanakan praktek kerja di lapangan  sehingga apa yang di dapat di sekolah dapat direalisasikan  melalui sikap dan divisualisasikan di dunia kerja sehingga harapan  untuk berkompetensi  di pasar bebas  juga pasar kerja tidak ketinggalan dan pengangguran dapat di tekan.
Praktek Kerja Industri  merupakan suatu kegiatan  model Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di mana para siswa  melaksanakan kegiatan  pendidikan teori  di sekolah  dan prakek  di Dunia Usaha dan Instansi, untuk memperoleh  pengalaman langsung  di dunia kerja.  
1.2 Pengertian
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) merupakan salah satu kegiatan intrakulikuler yang dilaksanakan oleh Peserta Didik Sekolah Kejuruan, mencakup pengalaman kerja dan tugas lain yang sesuai dengan program keahliannya masing-masing.
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang dilaksanakan oleh SMK Periwatas, selain tercantum dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMK Tahun 2006, yang harus dilaksanakan pada semester IV, tidak diartikan secara terbatas, sebagai latihan saja.
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) dimulai dengan pengenalan medan dan pembentukan keterampilan terbatas, sehingga secara sepenuhnya Peserta Didik dapat berdiri sendiri.
1.3 Tujuan
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ditunjukan untuk membentuk agar memiliki proposionalitas kerja antara lain:
1.        Meningkatkan, memperluas, dan menetapkan keterampilan membentuk kemampuan Peserta Didik sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja yang sesuai dengan program keahlian dan disiplin ilmunya.
2.        Menumbuh kembangkan dan memanfaatkan propesional keja yang diperlihatkan Peserta Didik untuk memasuki lapangan kerja sesuai bidangnya.
3.        Meningkatkan pengenalan Peserta Didik pada aspek-aspek usaha yang potensial dengan lapangan kerja antara lain : struktur organisasi usaha, asosiasi usaha, jenjang karir dan menengah usaha.
4.        Memberikan kesempatan kepada Peserta Didik untuk memasyarakatkan diri pada sesuatu atau iklim lingkungan kerja yang sebenarnya, baik sebagai pekerja penerima upah maupun sebagai pekerja mandiri, terutama yang berkenaan dengan disiplin kerja.
5.        Meningkatkan, memperluas dan memantapkan proses penyerapan teknologi baru dari lapangan ke sekolah dan sebaliknya.
6.        Memperoleh masukan dan umpan balik untuk memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidikan kejuruan.
7.        Menjalin kerja sama dengan dunia usaha secara institusional untuk memberi peluang masuk dan ditetapkannya alumni.
1.4 Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai adalah terbentuknya yang memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan nilai dan sikap serta pola tingkah laku yamg diperlukan bagi propesinya serta cakap dan tepat menggunakannya dalam penyelenggaraan menejemen baik di sekolah maupun diluar sekolah.
1.5 Dasar
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) wajib diikuti oleh setiap Peserta Didik yang ada di lingkungan SMK Periwatas dengan berpedoman:
1.        Kebijakan pemerintah yang tertuang pada Garis-garis Besar Haluan Negara, bahwa tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan adalah menghasilkan manusia pembangunan yang mampu berperan dalan sektor pembangunan.
2.        Sadar akan terdapatnya saling ketergantungan yang tak dapat dihindari antara pendidikan menengah kejuruan di suatu pihak dan dunia kerja di pihak lain.
3.        Misi pembangunan, manusia yang mampu berperan sebagai tenaga terampil tingkat menengah yang layak kerja secara sistematis dalam Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) berbagai Program Keahlian dalam KTSP SMK Tahun 2006 serangkaian mata pelajaran program keahlian yang mendukung tercapainya tujuan suatu program keahlian dilaksanakan dalam waktu dan jumlah kredit yang memadai, sebagaimana tertera dalam struktur program keahlian yang bersangkutan.

§  KERANGKA LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
            Dalam penyusunan laporan ini kami akan mengajukan masalah sebagai berikut :
            BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
1.2  Pengertian
1.3  Tujuan
1.4  Sasaran
1.5  Dasar
BAB II URAIAN UMUM
2.1Sejarah Institusi
2.2 Struktur Organisasi
2.3 Kepegawaian
BAB III URAIAN KHUSUS
3.1 Uraian Teoritas
3.2 Persiapan kerja
3.3 Proses Kerja
3.4 Pembahasan
3.5 Admnistrasi Kantor
BAB IV PEMBAHASAN LAPORAN KEGIATAN
4.1  Persiapan
4.2  Pelaksanaan
4.3  Hasil-hasil yang diperoleh
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
             
















BAB II
URAIAN UMUM

2.1 Sejarah institusi
            Dimulai pada abad ke VII sampai abad ke XII di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kabupaten Tasikmalaya, diketahui adanya suatu bentuk Pemerintahan Kebataraan dengan pusat pemerintahannya di sekitar Galunggung, dengan kekuasaan mengabisheka raja-raja (dari Kerajaan Galuh)atau dengan kata lain raja baru dianggap syah bila mendapat persetujuan Batara yang bertahta di Galunggung. Batara atau sesepuh yang memerintah pada masa abad tersebut adalah sang Batara Semplakwaja, Batara Kuncung Putih, Batara Kawindu, Batara Wastuhayu, dan Batara Hyang yang pada masa pemerintahannya mengalami perubahan bentuk dari kerbataraan menjadi kerajaan.
            Kerajaan ini bernama kerajaan Galunggung yang berdiri pada tanggal 13 Bhadrapada 1033 Saka atau 21 Agustus 1111 dengan penguasa pertamanya yaitu Batari Hyang, berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang ditemukan di bukit Geger Hanjuang, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Tasikmalaya. Dari Sang Batari inilah mengemuka ajarannya yang dikenal sebagai Sang Hyang Siksakandang Karesian. Ajarannya ini masih dijadikan ajaran resmi pada jaman Prabu Siliwangi (1482-1521 M ) yang bertahta di Pakuan Pajajaran .
            Periode selanjutnya adalah periode pemerintahan di Sukakaerta dengan Ibukota di Dayeuh Tengah (Sekarang termasuk dalam Kecamatan Salopa, Tasikmalaya) yang merupakan salah satu daerah bawahan dari Kerajaan Pajajaran. Penguasa pertama adalah Sri Gading Anteg yang masa hidupnya sejaman dengan Prabu Siliwangi. Dalam Sukakerta sebagai penerus tahta diperkirakan sejaman dengan Prabu Surawisesa (1521-1535 M) Raja Pajajaran yang mrnggantikan Prabu Siliwangi.
            Pada masa pemerintahan Prabu Surawisesa kedudukan Pajajaran sudah mulai terdesak oleh gerakan kerajaan Islam yang dipelopori oleh Cirebon dan Demak. Sunan Gunung Jati sejak tahun 1528 berkeliling keseluruh wilayah tanah Sunda untuk mengajarkan Agama Islam .
            Periode selanjutnya adalah pemerintah di Sukapura yang didahului oleh masa pergolakan di Wilayah Priangan yang berlangsung kurang lebih 10 Tahun, munculnya pergolakan ini sebagai akibat persaingan tiga kekuatan besar di pulau jawa pada awal abad XVII Masehi : Mataram, Banten , dan VOC yang berkedudukan di Batavia. Wirawngsa sebagai penguasa Sukakerta kemudian diangkat menjadi Bupati Daerah Sukapura, dengan gelar Wiradadaha I, Sebagai hadiah dari Sultan Agung Mataram atas jasa-jasanya membasmi pemberontakan Dipati Ukur. Ibukota negeri yang awalnya di Dayeuh Tengah, kemudian dipindah ke Leuwiloa Sukaraja dan ”Negara” disebut “Sukapura”.
            Pada masa Pemerintahan R.T. Surialaga (1813-1814) Ibukota Kabupaten Sukapura dipindahkan ke Tasikmalaya. Kemudian pada masa Pemerintahan Wiradadaha VIII Ibukota dipindahkan ke Manonjaya (1832). Perpindahan Ibukota ini dengan alasan untuk pemperkuat Benteng-benteng pertahanan Belanda dalam menghadapi Diponegoro. Pada tanggal 1 Oktober 1901 Ibukota Sukapura dipindahkan kembali ke Tasikmalaya. Latar belakang ini cenderung berdasarkan alasan ekonomis bagi kepentingan Belanda. Pada waktu itu daerah Galunggung yang subur menjadi penghasil kopi dan nila. Sebelum di ekspor melalui Batavia telebih dahulu dikumpulkan di suatu tempat, biasanya di Ibukota. Letak Manonjaya kurang memenuhi untuk dijadikan tempat pengumpulan hasil-hasil perkebunan yang ada di Galunggung.
            Nama Kabupaten Sukapura pada tahun 1913 diganti namanya jadi Kabupaten Tasikmalaya dengan R.A.A Wiratanuningrat (1908-1937) sebagai Bupatinya. Tanggal 21 Agustus 1111 Masehi dijadikan Hari Jadi Tasikmalaya berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang dibuat sebagai tanda ucapan pentasbihan atau penobatan Batari Hyang sebagai penguasa di Galunggung. Pada masa pemerintahan Dalem Aria (R.A.A Prawira Adiningrat), Bupati pertama Tasikmalaya, Kabupaten Sukapura menjadi perubahan yaitu : Peluasan Wilayah. Sebelum diubah nama Kabupaten Tasikmalaya, nama Kabupaten dahulu ialah Kabupaten Sukapura yang dikepalai oleh seorang Bupati berkedudukan di Tasikmalaya. Sedangkan masa pemerintahaan R.A.A Wiratanuningrat (Bupati Sukapura XIV) peraturan disertai dan peraturan otonomi daerah pemerintah jajahan Hindia Belanda mulai dijalankan di Tasikmalaya dan pada tahun 1931 Kabupaten Sukapura diubah namanya menjadi Kabupaten Tasikmalaya.
            Wilayah Kabupaten Sukapura pada waktu itu setelah digabungkan satu sama lain menjadi 10 distrik, yang Bupatinya dijabat oleh R.A.A Wiratanuningrat, pada masa Beliau Tasikmalaya meningkat kearah kemajuan disegala bidang. Pada waktu itu pemerintahan Jepang, pemerintah di Kabupaten Tasikmalaya tidak mengalami perubahan yang prinsipil. Pemerintah berjalan merupakan dari sebelumnya, bahwa pada pemerintahan Jepang di Singaparna tepatnya di Sukamanah terjadi perlawanan rakyat terhadap pemerintahan Jepang yang dipimpin oleh KH.Zaenal Mustopa pada tanggal 25 Pebruari 1944.


·            PERISTIWA PENTING
Dalam perjalanannya Tasikmalaya mencatat beberapa peristiwa penting bersejarah antara lain:
1.        Pemberontakan melawan penjajahan Jepang yang dipimpin oleh KH. Zaenal Mustopa di Singaparna.
2.        Peluncuran senjata KOMPETAI oleh para pemuda.
3.        Penerbangan pertama dengan pesawat terbang yang menggunakan bendera Merah Putih dari Pangkalan Udara Cibeureum dilakukan oleh Pilot Adi Sutjipto dan Basyir Surya.
4.        Lahirnya Divisi Siliwangi.
5.        Pemberangkatan hijrah ke Yogyakarta.
6.         Pusat pemerintahan Jawa Barat dipengungsian di Cipicung Culamega.
7.        Kongres pertama Koperasi Indonesia yang melahirkan Hari Koperasi 12 Juli.
8.        Lahirnya konsep pertahanan keamanan rakyat semesta (HANKAMRATA).
Selain itu ada beberapa peristiwa penting yang patut diketahui antara lain :
1.        Peristiwa meledaknya pabrik mesiu DAHANA tanggal 5 Maret 1976.
2.        Meletusnya Gunung Galunggung tanggal 5 April 1982.
3.        Penganugrahan PARASAMYA PURNA KARYA NUGRAHA pada akhir pelita IV tahun 1989.
4.        Sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan pertanian, koperasi dan Keluarga Berencana (PERTASI KENCANA) Tingkat Nasional tahun 1994.
5.        Terjadinya kerusuhan 26 Desember 1996 yang dikenal dengan peristiwa Desember Kelabu.
6.        Sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan pertemuan petani se Indonesia dan Asia Tenggara (PETAS) Tingkat Nasional tahun 2002.
Prestasi baik  ditingkat Nasional maupun Internasional, antara lain : Solihin, Susi Susanti, Lidya Jaelawijaya, Lamting dibidang olahraga, Abdul Rodjak dan Mak Eroh sebagai perintis lingkungan hidup yang telah mendapatkan penghargaan Kalpataru, dan sejumlah 8 orang pengrajin yang berhasil memperoleh penghargaan Upakarti, prestasi dibidang MTQ, serta prestasi lainnya dibidang kesenian, Tasikmalaya telah pula melahirkan seniman-seniman tingkat Nasional.















2.2     STRUKTUR ORGANISASI







STRUKTUR ORGANISASI









2.3.      KEPEGAWAIAN
Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal merupakan suatu bagian yang menangani kepentingan masyrakat agar terpenuhi dengan baik.
Fungsi dan Tugas Bagian
1.    Kepala Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal
Tugas-tugasnya adalah :
a)   Menandatangani surat masuk, surat keluar dan surat-surat lainnya seperti surat tugas.
b)   Menghadiri rapat yang bersangkutan.
c)    Mengawasi dan mengarahkan cara kerja anggota yang bersangkutan.
d)  Bertanggung jawab terhadap anggota dan hasil kerjanya.

2.    Kasubag I
Tugas-tugasnya adalah:
a)   Menangani masalah ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA).
b)   Membuat laporan mengenai ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA).
c)    Mengelola Sumber Daya Alam dengan baik.

3.    Kasubag II
Tugas-tugasnya adalah:
a)   Menangani masalah ekonomi dan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah).
b)   Menangani masalah pengembangan jasa dan masalah lainnya yang bersangkutan seperti memanfaatkan keahlian yang ada.
4.    Kasubag III
Tugas-tugasnya adalah:
a)   Menangani hal-hal yang menyangkut modal seperti pengajuan proposal untuk dana pembangunan.
b)   Menangani masalah pengadaan modal dalam suatu Kabupaten di Daerah.
5.    Pelaksana
Tugas-tugasnya adalah membantu dan melancarkan tugas-tugas para Kasubag di Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal.












BAB III
URAIAN KHUSUS

3.1     Uraian Teoritas
            Secara rinci pengetahuan yang di terima di bangku sekolah ada perbedaan dengan pekerjaan kantor. Di sekolah yang Peserta Preaktek yang harus di pahami adalah bidang keahlian Bisnis dan Manajemen hanya pada Jurusan Administrasi Perkantoran saja, sedangkan dalam pelaksanaannya kita memegang kegiatan lain walaupun tidak terlalu jauh dari jurusan, karena dalam kegiatannya masih bergandengan dengan keuangan, yaitu masalah bantuan.
            Dan dari hal itu, Peserta khususnya kami harus dapat memahami bahkan mendalami bidang yang lainnya, dan akhirnya kami juga mampu memahami dan menambah sedikit keahlian selain pada yang diterapkan dibangku sekolah.
            Dalam hal ini, penyusun berusaha menguraikan yang kami peroleh dari pelajaran dibangku sekolah dan pelaksanaannya di dunia kerja selama lebih dari 4 bulan di SETDA Kab. Tasikmalaya Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal.
a.    Kompetensi Peserta PRAKERIN
Kompetensi Pesrta PRAKERIN dalam Praktek juga masih terdapat dalam jurusan khususnya Administrasi Perkantoran, seperti halnya pencatatan transaksi dalam jurnal dan posting, dan dalam dunia kantor dikaitkan dengan pencatatan bantuan yang akan diajukan kepada hal yang dituju dana pengajuan.
Untuk menghindari kesalahan, pencatatan selain dicatat dalam buku besar yang dipegang oleh Sekretaris, juga dibuat oleh setiap masing-masing bidang, sesuai dengan urutan tanggal masuknya pengajuan.
b.   Jenis Pekerjaan
Dalam pelaksanaan Praktek penyusun ditempatkan diberbagai bidang, sehingga pekerjaan yang diberikan kepada penulis beragam, yaitu:
·         Sekretaris
·         Unit Kerja SUB Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal
·         SUB Bagian Bina Program
·         SUB Bagian Pemerintah
3.2     Persiapan Kerja
            Persiapan kerja yang dilakukan Peserta PRAKERIN sama dengan apa yang dilakukan oleh Karyawan Karyawati yaitu setiap hari masuk pada pukul 07.15 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB dan diharuskan ikut melaksanakan Apel Pagi.
3.3     Proses Kerja
            Dalam melaksanakan kegiatan, pertama diberi pengarahan dan bimbingan oleh Pembimbing tentang tahapan kerja, lingkungan kerja dan penempatan kerja dalam kegiatan tempat yang telah diberikan, kami diberikan arahan tentang pekerjaan yang harus dilakukan sesuai dengan SUB bagian yang ditempati. Dikarenakan ada perbedaan dalam setiap SUB Bagian, maka pada minggu-minggu pertama kami bekerja kami melakukan Shiff tempat, agar kami dapat mengetahui tidak hanya satu SUB bagian yang di sana.


3.4     Pembahasan
            Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal adalah suatu bagian yang menangani kepentingan masyrakat dan menangani surat-surat dari beberapa Instansi yang terkait. Terutama dibagian TU di Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal dan yang kami lakukan selama PRAKERIN di SETDA yaitu mencatat hal-hal sebagai berikut :
1.        Surat Masuk
Adalah surat yang ditujukan ke Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal dan Instansi lain. Surat masuk dicatat oleh TU dan surat masuk tersebut diterima TU dari Kepala Asisten Perekonomian dan Pembangunan (ASDA II) atau dari bagian-bagian Instansi terkait untuk diserahkan kepada Kepala Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal.
Sebelum surat masuk diserahkan kepada Kepala Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal, terlebih dahulu surat masuk tersebut dicatat ke dalam buku agenda, untuk mencatat Tanggal/Nomor Surat, Perihal dan Asal Surat kemudian disusul Kartu Disposisi dan Surat Masuk tersebut diteruskan kepada pihak yang dituju.
2.        Undangan
Adalah surat yang berisi perihal, tempat dan waktu yang akan di bahas dalam suatu rapat yang telah disebutkan dalam undangan. Undangan yang ditunjukan kepada Kepala Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal, terlebih dahulu dicatat dalam buku undangan guna untuk mencatat hari, tanggal waktu dan tempat kegiatan tersebut berlangsung, mencatat asal surat tersebut. Kemudian diberi kartu disposisi dan diteruskan kepada pihak yang dituju atau pihak yang dimaksud.
3.        Kartu Disposisi
Adalah kartu yang digunakan untuk mencatat nomor index, asal surat, perihal yang terdapat pada surat setelah surat tersebut dicatat dalam agenda atau undangan. Kemudian dalam kartu disposisi juga ditulis kepihak mana surat tersebut akan diteruskan atau ditujukan.
4.        Surat Keluar
Adalah surat yang dibuat oleh Bagian Perekonomian itu sendiri untuk ditujukan kepada bagian-bagian atau Instansi-instansi lain yang dituju. Sebelum surat tersebut diserahkan pada Instansi lain, kami membuat surat tersebut menjadi rangkap dua. Rangkap yang pertama diserahkan kepada bagian Arsip untuk meminta surat keluar kemudian sebelum surat tersebut diserahkan kepada bagian-bagian atau Instansi terkait, maka terlebih dahulu tulis surat tersebut kedalam buku ekspedisi, kemudian surat tersebut dapat langsung diserahkan kepada bagian-bagian atau Instansi yang dituju sesuai dengan tujuan surat tersebut.
5.        Buku Ekspedisi
Adalah buku yang digunakan untuk mencatat tanggal pembuatan surat keluar, nomor surat keluar dan perihal yang terdapat pada surat keluar tersebut. Selain itu, buku ekspedisi juga digunakan untuk mencatat nama tiap-tiap bagian Instansi sesuai dengan tujuan surat tersebut sebagai tanda terima bahwa surat yang dikeluarkan sudah diterima oleh bagian-bagian atau Instansi yang dituju.
3.5 Admnistrasi Kantor
1. Surat Masuk
Terdiri dari:
a.    Agenda
Didalam agenda terdapat:
·      Tanggal/Nomor Surat
Tanggal Surat berfungsi untuk mengetahui kapan surat itu dibuat, dan Nomor Surat berfungsi untuk mengetahui urutan berapa surat tersebut dibuat dan untuk mengetahui perihal mengenai apa yang terdapat pada surat tersebut.
·      Asal Surat
Berfungsi untuk mengetahui Instansi atau lembaga mana yang membuat surat tersebut.
·      Perihal
Berfungsi untuk mengetahui sesuatu atau masalah yang akan di bahas dalam pertemuan yang bersangkutan.
·      Disposisi
Berfungsi sebagai sarana untuk memberikan informasi kepada atasan dan memberikan perintah dari atasan kepada bawahan mengenai surat tersebut.


b.   Undangan
Di dalam Undangan terdapat :
·      Nomor Urut
Berfungsi untuk mengetahui urutan surat tersebut agar surat terlihat sistematis.
·      Hari/Tanggal
Berfungsi untuk mencatat hari apa dan tanggal berapa acara diadakan atau kapan acara tersebut diselenggarakan.
·      Waktu
Berfungsi untuk mengetahui pukul berapa acara tersebut diselenggarakan.
·      Uraian
Berfungsi untuk mengetahui tentang hal yang akan dibahas dalam rapat atau acara tersebut.
·      Tempat
Berfungsi untuk mengetahui dimana acara tersebut berlangsung.
·      Asal Surat
Berfungsi untuk mengetahui Instansi/Lembaga yang mengirim surat tersebut
·      Disposisi
Berfungsi sebagai sarana untuk memberikan informasi kepada atasan dan memberikan perintah kepada bawahan.

2. Surat Keluar
     Adalah semua jenis surat yang dikeluarkan dari kepala bagian untuk diberikan kepada Staf-staf yang di maksud atau Instansi yang dituju.
Surat Keluar terdiri dari:
a.    Nota Dinas
Berfungsi untuk memberi nomor pada surat yang akan dikeluarkan, dan sebagai bukti surat keluar pada bagian yang bersangkutan.
b.   Undangan
Berfungsi untuk mencatat jadwal rapat atau kegiatan yang akan dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sudah ditentukan.
c.    Agenda
Berfungsi untuk mencatat berbagai macam surat selain surat undangan.
d.   Kartu Disposisi
Berfungsi sebagai sarana untuk memberikan informasi kepada atasan dan memberikan perintah atau petunjuk dari atasan kepada bawahan mengenai penanganan naskah yang diberikan.







BAB IV
PEMBAHASAN LAPORAN KEGIATAN

4.1     PERSIAPAN
Sebelum melaksanakan PRAKERIN di Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal maka penyusun terlebih dahulu mempersiapkan langkah-langkah yang akan dilaksanakan. Adapun uraian persiapan kerja tersebut sebagai berikut :
1.        Persiapan mental dalam upaya melaksanakan Orietansi, Observasi dan Adaptasi  di lingkungan Kerja Negeri Tasikmalaya.
2.        Persiapan fisik selama PRAKERIN penyusun senantiasa menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya.
3.        Mengetahui tata tertib dan ketentuan-ketentuan yang berlaku pada bagian SETDA Kabupaten Tasikmalaya serta menerima penghargaan baik dari pimpinan  maupun dari pembimbing. Dengan adanya persiapan diatas maka diharapkan dalam pelaksanaan kerja penyusun tidak terlalu mengalami kesulitan.
4.2     PELAKSANAAN
Seluruh siswa yang mengikuti PRAKERIN harus melaksanakan segala kegiatan kantor yang dalam pelaksanaannya dibutuhkan ketelitian, keterampilan dari siswa itu sendiri tanpa harus  ada instruksi, agar pelaksanaan PRAKERIN dapat terselesaikan dengan lancar dan baik. Selain melaksanakan tugas kegiatan  kesekretarisan siswa harus melaksanakan tata tertib yang ada di instansi tempat pelaksanaan PRAKERIN.
Pelaksanaan kesekretarisan dilaksanakan seluruh siswa harus betul-betul ditanggung jawabkan, karena seorang sekretaris selain harus bisa mempertanggung jawabkan yang telah dilaksanakan, juga harus cekatan dalam memperbaiki jika ada suatu kesalahan. Agar segala sesuatu yang telah kami laksanakan dapat diterima oleh seluruh karyawan instansi.
Dalam pelaksaan kegiatan pelaksaan PRAKERIN yang telah kami laksanakan selama jangka waktu kurang lebih 4 bulan di Sekretariat Daerah Kabupaten diantaranya:
1.        Memasukan surat masuk ke dalan buku Agenda dan Undangan
2.        Menyimpan surat keluar dalam Dokumen Surat Keluar sesuai dengan Periode yang bersangkutan.
3.        Memasukan data TU ke dalam buku Agenda TU.
4.        Mensetempel Surat.
5.        Mengatar surat undangan ke berbagai bagian.
6.        Mengcopy Surat.
7.        Menomori Surat Keluar .
8.        Menerima laporan kegiatan kredit program dari PD.BPR BKPD.
9.        Mengantar Surat dan barang ke kantor Pos.
10.    Menyinpan Surat Keluar dalam dokumen surat keluar.
11.    Mengefax Surat ke Ratel.
Selain melaksanakan kegiataan kantor, kami juga senantiasa melaksanakan kedisiplinan kantor yang ditetapkan di instansi tempat kami praktek, karena dalam suatu Organisasi baik berupa kantor maupaun perusahaan disiplin merupakan hal yang sangat penting bagi tercapainya tujuan kantor tersebut.
Dengan adanya disiplin kerja pegawai dapat melaksanakan tugas pekerjaan dengan sebaik-baiknya dan disetai tanggung jawab yang tinggi. Dalam melaksanakan PRAKERIN kami selalu mengutamakan ketelitian dalam melaksanakan tugas-tugas yang harus kami laksanakan agar tidak terjadi kesalahan yang mungkin bisa tejadi, sehingga kami dapat memperbaikinya kembali.
Selain mengutamakan ketelitian dalam bekerja, kami juga senantiasa mengutamakan kerjasama diantara kami dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sehingga seluruh tugas  dapat terselesaikan dengan cepat dan tidak memakan waktu yang lama.
Kami  selalu  megerjakan tugas dengan berurutan tidak segaligus lngsung dikerjaan, tetapi kami membagi-bagi tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing, sehingga tugas cepat selesai dengan lancar dan baik. Dengan mengutamakan kerjasama dan ketelitian, akhirnnya kami dapat menyelesaikan kegiataan PRAKERIN dengan baik dengan tidak telepas dari bimbingan seluruh kayawan/karyawati yang ada di instansi tempat kami melaksanakan PRAKERIN  sehingga kegiatan PRAKERIN dapat  berjalan dengan baik .
4.3     Hasil-hasil yang diperoleh
Dalam melaksanakan PRAKERIN selama jangka waktu kurang lebih 4 bulan banyak hal yang kami peroleh baik dalam suka maupun duka, dan kami dapat pelajaran semua yang telah kami laksanakan sehingga pelaksanaan PRAKERIN tidak sia-sia, bahkan sebaliknya kami mendapatkan ilmu pengetahuan tentang tata cara kegiatan kantor yang baik. Selain mendapat ilmu pengetahuan dari kegiatan PRAKERIN kami dapat mengenal lebih dekat dengan karyawan di lingkungan SETDA Kabupaten Tasikmalaya yang telah memberikan pengetahuannya kepada kami yang dapat dijadikan pengalaman jika sudah memasuki dunia kerja nanti.
Melalui kegiatan PRAKERIN kami dapat memperaktekan apa yang telah dipelajari di sekolah. Kegiatan PRAKERIN merupakan sarana untuk menyalurkan dan mengukur tingkat kemampuan kita sebagai seorang sekretaris. Dengan kegiatan PRAKERIN kami bisa menambah wawasan tentang apa saja yang harus dikerjakan oleh seorang sekretaris selain melayani pimpinan kami dapat mengetahui bahwa seorang sekretaris juga harus simple dalam bergaul dan harus ramah tamah terhadap tamu baik itu baik itu tamu pimpinan maupun karyawan lain . kami juga dapat mengetahui tata cara menelepon efesien yang sangat berpengaruh terhadap nilai seorang sekretaris.
 Kegiatan PRAKERIN sangat menunjang sekali terhadap pendidikan di sekolah kejuruan, sebab dengan melaksanakan kegiatan  PRAKERIN kami dapat lebih mematangkan ilmu pengetahuan sehingga kami dapat mengetahui hal-hal yang bersangkutan dengan ilmu-ilmu kesekretarisan yang dapat kami ambil sebagai pengalaman untuk persiapan kami menuju dunia usaha atau dunia kerja yang baik lagi dan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekualitas.  






BAB V
PENUTUP

5.1.   Kesimpulan
            Setiap perusahaan maupun Instansi tak akan luput dari perhitungan mengenai keuangan, Administrasi dan lain-lain. Perbekalan ilmu yang diperlukan dalam kegiatan di dunia kerja adalah meliputi sediaan pengetahuan, keterampilan, dan perbekalan lainnya. Salah satu bentuk pelayanan Bagian Kesra adalah pelayanan keagamaan, pendidikan, kebudayaan, kepemudaan, olahraga, dan pemberdayaan perempuan, kesehatan, sosial dan lainnya. Dalam setiap pelayanan smestinya harus selalu ada Administrasi yang lengkap, guna menunjang kwalitas pelayanan seperti halnya dalam Administrasi.
5.2. Saran - saran
            Berdasarkan dari pengalaman PRAKERIN selama lebih dari 4 bulan di SETDA Kab. Tasikmalaya Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal, penulis melihat secara langsung khususnya dari segi pelayanan kepada masyarakat, penulis merasa masih ada kekurangan yang harus diperhatikan dan ditingkatkan:
a.    Untuk sekolah
§ Penulis mengharapkan agar dalam penyaluran Peserta Praktek dilakukan oleh pihak sekolah.
§ Kami berharap agar fasilitas pendidikan yang belum ada untuk dilengkapi.
§ Pelaksanaan magang kami rasa tidak terlalu bermanfaat, selain mengeluarkan biaya juga penilaian lebih fokus pada PRAKERIN.
§ Peninjauan yang lebih ditingkatkan.
§ Adanya keterkaitan penuh dalam hal informasi antara sekolah dengan perusahaan.
§ Dalam hal pembuatan laporan seharusnya diberikan dulu pengarahan bagaimana cara membuat laporan, pengertian dari uraian umum, pengertian dari uraian teoritas jadi siswa tidak hanya membuat laporan saja juga ketentuan-ketentuan dalam laporan harus bisa dipahami siswa.
b.   Untuk Instansi
§ Tingkat kedisiplinan kerja karena disiplin kerja merupakan pangkal keberhasilan untuk meraih prestasi.
§ Agar masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan maka perlu adanya kedekatan yang erat antara pemerintah dan masyarakat maupun sebaliknya.
§ Adanya keterkaitan penuh dalam hal informasi antara perusahaan dan sekolah.
Allhamdulillah pembuatan laporan ini dapat selesai, semoga dapat bermanfaat khususna bagi kami umumnya bagi semua pembaca, amien….
Kepada adik-adik kelas yang sudah tentu akan melaksanakan PRAKERIN nanti penyusun mengucapkan selamat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Laporan penyusun semoga adik-adik kelas mampu dan terampil serta memiliki kemampuan yang maksimal yang dapat diandalkan untuk memasuki dunia kerja.

DAFTAR PUSTAKA


NURIANA R. 2003 “ Memori Gubernur Jawa Barat ( Bandung ) Pemerintah Propinsi Jawa Barat “.
YUNI, dkk 2006 “ Laporan Peraktek Kerja Industri Tasikmalaya Komp”.
SMKN I  2006 “ Laporan Peraktek Kerja Industri 2005-2006  Tasikmalaya : Giant “.
NURHASANAH, ENUNG dkk 2005 Laporan Peraktek Kerja Industri 2004-2005 Tasikmalaya : Giant ”.
……… 2003 Administrasi Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya : Pemda.
ISROAH, M. ST, SITI NURJANAH, S.Pd. 2004 Kompetensi Dasar Akuntansi 2 Solo Tiga Serangkai.
…………. 2003 Tata Cara Penulisan Karya Tulis Ilmiah Bandung : Depag















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar